PENGOBATAN KANKER & SURVIVAL

Pengobatan Kanker & Survival
Bagi pasien kanker dan keluarganya, keinginan terdalam yang begitu dinantikan bukan statement ‘sembuh’. Nah lho ! Bukankah semua pasien kanker ingin sembuh ? Lalu mengapa ?

Sekarang mari kita bicara fakta. Fakta berbicara bahwa banyak pasien yang sudah menghabiskan waktu, tenaga dan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk pengobatan kanker. Sebagian (besar) tidak survive bahkan ketika masih menjalani terapinya, sebagian lagi dinyatakan ‘sembuh/remisi’, namun beberapa waktu kemudian kankernya kambuh kembali dan berakhir juga.

Namun fakta juga berbicara bahwa ada sebagian kecil dari lautan penderita kanker, yang bisa survive bertahun tahun hingga lanjut usia. Bicara tentang survival berbeda dengan kesembuhan. Survival jauh lebih dalam maknanya dan berarti bagi pasien kanker.

Survival dapat berarti pasien bisa kembali bekerja atau kembali ke rutinitas awal sebelum kanker. Ini juga berarti pasien tidak perlu didera rasa sakit sekujur tubuh, tidak sering sakit sakitan, atau tidak perlu pakai alat bantu untuk bertahan hidup (kantung kolostomi, suntikan khusus, payudara implan, rambut palsu, dsbnya). Ada juga pasien yang ingin bisa bepergian jauh, ingin menyetir mobil sendiri atau bisa mandiri (tanpa bantuan perawat/caregiver).

Ketika kita mencoba mendefinisikan metode pengobatan kanker yang dapat memberikan manfaat SURVIVAL sesuai keinginan pasien, maka jawabannya jadi berbeda.

Bila ingin berhasil menangani kanker, kita harus melihat lebih dalam dari sekedar gejala gejala di permukaan. Apa itu kanker ? Apa yang menyebabkan sel sel kanker bisa terjadi ?

Dalam Kansera, kami mengadopsi suatu pandangan yang berbeda tentang definisi kanker. Kami melihat bahwa sel sel kanker itu berasal dari sel sel yang normal, yang kemudian berubah menjadi ganas karena lingkungan tempat sel sel itu hidup sudah beracun.

Dalam kondisi lingkungan tubuh yang beracun. sel sel tersebut terpaksa bermutasi/berubah menjadi ganas, demi bertahan hidup. Untuk manusia, proses ini disebut dengan ADAPTASI. Untuk sel sel proses perubahan untuk survive itu disebut sebagai: MUTASI.

Mengobati kanker tanpa mengubah lingkungan sel menjadi lebih sehat sama seperti membunuh lalatnya tanpa membuang tong sampahnya. Alih alih kankernya hilang, pasien malah harus kehabisan uang dan tenaga hingga akhirnya nyawanya bila lingkungan hidupnya tidak berubah.

Ini juga menjelaskan mengapa banyak kemoterapi gagal. Bagaimana tidak menjadi lebih ganas, kalau ternyata upaya pengobatan yang kita lakukan adalah membuat lingkungan tempat sel sel itu hidup lebih beracun lagi. Di satu pihak kita mengebom sel sel yang ganas, di pihak lain sadarkah kita bahwa kita sedang membangun generasi baru sel kanker yang jauh lebih ganas dan lebih berbahaya.

Bila sel sel yang tadinya sehat berubah menjadi kanker karena faktor lingkungan, logikanya adalah sel sel kanker pun seharusnya REVERSIBLE (bisa diubah), bila lingkungannya menjadi sehat. Untuk survive, diperlukan komitmen dalam jangka panjang, tetapi itu benar benar sebanding dengan manfaat yang didapat pasien.
Apa yang perlu dilakukan oleh pasien kanker untuk bisa survive ? Ada 3 hal utama yang harus dilakukan oleh pasien yang ingin berhasil dalam pengobatan kankernya :

PERTAMA: HIRUP OKSIGEN BEBAS
Penyebab utama sel sel berubah menjadi ganas adalah karena lingkungan hidupnya kurang oksigen. Sel sel kanker bermutasi pada lingkungan tubuh yang level oksigennya rendah. Semakin kurang oksigen, semakin toksik. Karena itu pasien kanker harus meluangkan waktu jogging/ olahraga pagi untuk menghirup oksigen bebas di pagi hari. Selain itu Vitamin D yang dihasilkan dari sinar matahari pagi juga amat bermanfaat bagi imunitas/kekebalan tubuh yang lebih baik.

KEDUA: STOP MAKANAN ASAM
Tahukah Anda bahwa lingkungan usus yang terlalu asam merusak sel sel sehat dan menjadi promotor bagi terciptanya sel kanker ? Karena itu hindarilah makanan yang masam (cuka meja), berkadar gula tinggi, minuman kaleng, susu, daging merah, rokok. Makan lebih banyak sayuran dan buah buahan (bersifat basa). Minumlah jus sayur sayuran segar setiap pagi karena sangat baik bagi kesehatan.

KETIGA: HINDARI STRESS
Stress adalah pembunuh nomor satu. Pasien kanker harus bisa mengatasi stress. Lakukan meditasi, baca buku inspirasi dan investasikan hidupmu pada hubungan yang penuh kasih.

Menjalani semua ini bukan berarti Anda menjauh dari pengobatan kanker. Kanker tetap perlu diobati. Di Kansera Therapy, kami menjadi partner penyeimbang terapi medis Anda.

Kansera team akan membantu Anda untuk mengidentifikaskan faktor faktor dari lingkungan Anda yang menjadi pencetus kanker dan cara mengubahnya menjadi lebih sehat.

Selain itu kami juga akan membantu Anda untuk melakukan detoksifikasi tubuh Anda secara efektif untuk bebas dari tumpukan racun penyebab kanker. Dengan demikian diharapkan Anda dapat survival dalam jangka panjang.

Informasi lebih lanjut tentang Kansera Therapy, hubungi:
Call: 021 6693460
SMS/WA: 0813 8191 5677, 0817 094 7077
BBM: 51D3A3C8
Email: cs@kansera.com